Sabtu, 03 Mei 2008

Pasien Kentut

Banyak dokter muda yang saat menjalani penugasan di daerah pelosok, mengalami perasaan jenuh dan kesepian karena jauh dari keluarga. Tetapi, sebagian juga menikmati, karena banyak menemui hal unik dan lucu seputar pengalaman menangani pasien di Puskesmas tempat prakteknya. Seperti pengalaman dr. Prayit –sebut saja begitu– seorang dokter muda lulusan salah satu universitas ternama di Jakarta, yang pernah menjalani penugasan di salah satu daerah terpencil di Jawa Timur.

Di tengah kesibukannya melayani pasien yang lumayan banyak –maklumlah hari Senin– dr. Prayit didatangi Suryati, anak gadis semata wayang Pak Kepala Desa yang baru saja lulus SMU.

dr. Prayit: Kenapa Ning Yati, tumben datang ke Puskesmas?

Karena sudah kenal dan akrab, Suryati langsung cerita panjang lebar tentang penyakit yang dialaminya, dengan suara sedikit lantang:

Suryati : Ini lho Dok, sudah satu bulan belakangan ini koq saya suka kentut ya ? Satu jam bisa sampai 7 kali. Untungnya kentut saya nggak bau dan nggak ada suaranya, Dok. Jadi nggak ada yang tahu. Ini saja pas saya duduk di depan Dokter, saya sudah 3 kali kentut, tapi Dokter nggak tahu kan ? Ya itu tadi, karena kentut saya nggak bunyi dan nggak bau. Cuma saya jadi nggak enak sendiri Dok, masak anak gadis suka kentut.

Tanpa banyak bicara, dr. Prayit langsung menjawab sambil memberikan
secarik resep pada Suryati.

“Oooh.. begitu ya. Kalau gitu tebus resep ini ke apotik dekat kecamatan. Satu minggu lagi Ning Yati kembali lagi ke sini, ya.”

Tepat satu minggu kemudian Suryati kembali lagi ke dr. Prayit yang sedang bertugas di Puskesmas.

dr. Prayit: Gimana Ning Yati.., apa sudah enakan?

Suryati: Hiya nih, Dok. Saya nggak tahu, obat apa yang Dokter berikan kemarin. Cuma kentut saya sekarang koq baunya minta ampun. Sampai saya sendiri sering tak tahan denan baunya. Tapi untungnya kentut saya masih nggak bunyi, Dok.

Setelah Suryati mengakhiri pembicaraannya, dr. Prayit terlihat tersenyum sambil berkata:

Dr. Prayit: Syukurlah…, berarti hidung Ning Yati sudah sembuh dan nggak buntu lagi. Sekarang Ning Yati tebus resep ini ya….

Masih sedikit agak bingung, Suryati menerima resep dari dr. Prayit, dan bertanya, “Ini obat apa lagi, Dokter?”

“Obat telinga, Ning Yati,” kata dr. Prayit mangkel.
  
Diambil dari myrmnews.com

Tragedi wanita yang jatuh dari lantai 80

Seorang wanita cantik dan sexy terjatuh dari lantai 80 sebuah gedung megah. Untunglah di lantai 70, ada seorang pria Amerika menangkapnya.

Wanita: Terima kasih anda telah menolong saya.
Pria Amerika: Sama-sama. Tapi Anda harus membalas budi.
Wanita: Bagaimana caranya?
Pria Amerika: Tidurlah denganku.
Wanita: Kampret kau, TIDAK MAU!!!
Pria Amerika: Ya sudah kalau nggak mau.

Pria Amerika kemudian melepaskan da membiarkan wanita itu terjun bebas. Di lantai 50, seorang pria Prancis berhasil menangkapnya.

Wanita: Terima kasih anda telah menolong saya.
Pria Prancis: Sama-sama. Tapi Anda harus membalas budi.
Wanita: Bagaimana caranya?
Pria Prancis: Tidurlah denganku. Wanita: Kampret kamu, TIDAK MAU!!!
Pria Prancis: Ya sudah kalau tidak mau.

Pria Prancis pun melepaskan pelukannya dari wanita. Si wanita kembali melayang-layang ke arah bumi.

Lantai 45 lewat, lantai 40 lewat, lantai 35 lewat. Si wanita mulai menyesal. Akhirnya dia memutuskan
kalau ada lagi pria yang menangkapnya, ia mau diajak tidur. Daripada mati, pikirnya.

Akhirnya di lantai 20, seorang Pria Arab menangkapnya.

Buru-buru wanita itu berkata, "Terima kasih Anda telah menolong saya. Sebagai balas jasa,
Anda boleh tidur dengan saya."

"Astaghfirullah," teriak si pria Arab sambil melepaskan pelukannya dari si wanita.

ambil dari myrmnews.com

Minggu, 23 September 2007

Selamat Menjalakan Ibadah Puasa

Marhaban Yaa Ramadhan......
Selamat menjalankan ibadah puasa.
Mohon maaf lahir bathin jika ada salah, dalam segala bentuknya,
baik sengaja maupun tidak sengaja.

Puasa Ramadhan adalah sesuatu yg sangat istimewa dan luar biasa.
Knapa?
Karena dalam 30 hari puasanya terbagi dalam 3 tahapan,
yg dalam tiap tahapnya sangat penting buat kita,
sebagai makhluk yg bernama manusia.

10 hari pertama adalah pembakaran dosa, adalah saat yg tepat untuk bertobat.
10 hari kedua adalah saat saat turunnya pengampunan dan saat yang tepat untuk banyak bersyukur.
10 hari ketiga adalah saat kemenangan yg disambut dengan kedatangan bulan syawal yg artinya kemenangan.

Barangsiapa yg pada 10 hari terakhir di ridhoi Allah swt untuk dpt menyaksikan dan mendapatkan Lailatul Qadr,
maka akan terbuka mata hatinya,
terbuka untuk melihat hal-hal yg sifatnya bukan lahiriah,
sehingga kita akan terdorong untuk bertasbih kpd-Nya.

Kualitas puasa juga ada 3 tingkatan, yaitu:
1. Puasa Awam, cuma menahan laper dan haus, puasanya anak TK.
2. Puasa Khusus, selain menahan laper dan haus juga menahan anggota tubuh yg kena wudlu,
untuk tidak melakukan hal2 yg tidak baik.
3. Puasa Khawasul Khawas, yaitu puasa hati. Ini yg paling berat.
Karena penyakit hati sangat banyak jumlahnya...

Dalam bulan Ramadhan, alangkah baiknya kalo kita bisa menggabungkan ketiga kualitas puasa tersebut dalam puasa kita.

Disamping ada hal lain yang perlu kita tahan dan selaraskan adalah hawa atau dorongan atau unsur kejiwaan, yg jika tidak seimbang dpt mengurangi kualitas puasa kita, yaitu:
1. Narrun : hawa emosi
2. Hawa'un : hawa syahwat
3. Ma'un : hawa egois
4. Turrobbun : hawa serakah.

Semoga puasa kita berkualitas dan diterima oleh Allah swt.
Amien.

Salam Hanura!

Sabtu, 04 Agustus 2007

Hi to all


Blog ini gw buat untuk menumpahkan segala yang ada dipikiran gw, dimana gw tdk mungkin mengungkapkannya secara verbal kepada orang, situasi, keadaan dan segala sesuatu yang sepatutnya tdk terjadi atau tdk pantas terjadi.

Mungkin saja content nya berupa laporan dari kejadian atau hasil investigasi dan dr pengumpulan pendapat dan informasi dari sumber-sumber yang tdk biasa.

Akurat dan tidak akuratnya ga jadi masalah buat gw. Benar tidak benar bukan hal yg perlu juga untuk dicari. Percaya ga percaya juga bukan hasil akhir dr tujuan gw. Percaya hanya kepada Tuhan, boW.....

Percaya kepada yg lain adalah sirik atau musrik....are you?